Desain Apartemen Yang Unik dan Menarik

Negara-negara Nordik sangat paham bagaimana menghasilkan arsitektur lansekap yang menginspirasi.

Tak lama lagi sebuah kompleks apartemen berbentuk ' gelombang tsunami' berisi 100 unit di Vejle, Denmark, akan rampung.

Apartemen yang dirancang firma arsitektur Henning Larsen itu saat ini memasuki tahap akhir dari pembangunannya.


Bak gelombang tsunami, apartemen yang bernama Wave tersebut berada di satu kompleks dengan ketinggian sembilan lantai.

Desain Apartemen Yang Unik dan Menarik

Curbed Wave, apartemen di Denmark yang menyerupai gelombang tsunami.



Bangunan ambisius tersebut sebenarnya dibangun sejak 2005 ketika sang arsitek memenangkan kompetisi untuk merancang kompleks apartemen baru di Teluk Vejle.

Namun, pada 2009 pembangunannya berhenti akibat resesi global. Saat itu, baru dua gelombang yang telah selesai dibangun.


Desain Apartemen Yang Unik dan Menarik

Curbed Wave, apartemen di Denmark yang menyerupai gelombang tsunami.


Konstruksi tiga gelombang terakhir baru dimulai pada 2015 dan kini telah mendekati tahap akhir. 

Kelima desain puncak apartemen dibuat sengaja untuk menirukan daerah perbukitan yang ada di sekitarnya juga riak air.

Penggunaan Kantong Plastik Seharusnya Dikurangi

Penggunaan Kantong Plastik Seharusnya Dikurangi

Kebijakan larangan penggunaan kantong plastik disorot banyak pihak. Larangan ini diterapkan oleh sejumlah pemerintah daerah.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengungkapkan, ketimbang larangan, seharusnya manajemen pengelolaan sampah plastik yang diperbaiki.

Menurutnya, kendala utama adalah mengubah perilaku kebiasaan penggunaan kantong plastik di masyarakat, utamanya bagi pedagang pasar. Oleh sebab itu, tanggung jawab pemerintah adalah memberikan pemahaman yang masif, konsisten, dan tepat sasaran.

"Sebenarnya kebijakan publik itu harusnya memberikan solusi, bukan membebankan masyarakat," jelas Trubus dalam pernyataannya, Kamis (3/1/2018). 

Menurut dia, solusi untuk pedagang harus konkret. Misalnya saja, pedagang pasar yang setiap harinya bergantung pada penggunaan kantong plastik harus jelas terkait pengganti kantong berbahan plastik.

Sementara itu, Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian mengatakan, industri yang memproduksi kantong plastik didominasi sebesar 80 persen oleh UKM. Industri-industri tersebut kebanyakan berusaha hanya dengan 1 atau 2 unit mesin.

"Permasalahan sampah plastik tidak terletak pada produknya, tetapi bagaimana manajemen sampah plastik” ujar Sigit.

Terkait masalah perilaku masyarakat, dia berpendapat, mau tidak mau harus diubah. Pasalnya, negara lain mampu mengatasi masalah sampah plastik tanpa mengenakan cukai, seperti Jepang.

“Saya lihat di Jepang, di dalam satu rumah terdapat 5-7 kotak sampah. Solusinya bukan di cukai,” jelas dia.
 

Miftah Jazan Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger