7 Hal yang Sekiranya Tidak Dilakukan di Transjakarta

7 Hal yang Sekiranya Tidak Dilakukan di Transjakarta

Transjakarta kini menjadi salah satu moda transportasi umum yang paling diminati warga Jakarta. Selain karena murah, Transjakarta juga tergolong nyaman.

Namun sebagai transportasi massal, tentunya PT Transjakarta memberlakukan berbagai peraturan tertulis maupun tak tertulis untuk penumpang demi menciptakan kenyamanan bersama.

Berikut ini berbagai hal yang sebaiknya tak Anda lakukan saat naik Transjakarta.


1. Tak mendahulukan penumpang turun

Terburu-buru sampai ke tempat tujuan biasanya membuat Anda tak sabar untuk masuk ke dalam Transjakarta dan segera melanjutkan perjalanan.

Namun untuk memasuki transjakarta ada aturannya. Anda harus mendahulukan penumpang yang hendak turun terlebih dahulu.

Hal ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Jika Anda memaksa masuk terlebih dahulu, maka jalan penumpang turun akan terhalang. Ini justru akan memperlambat proses naik turun penumpang.

Biasanya petugas akan menghimbau penumpang untuk memberikan jalan kepada penumpang turun terlebih dahulu. Jadi lebih baik ikuti himbauan petugas.

2. Tidak duduk di bangku semestinya

Di dalam Transjakarta ada berbagai peraturan mengenai bangku penumpang yang harus Anda perhatikan.

Misal ada bangku khusus wanita, bangku prioritas yang biasanya berwarna merah, hingga bagian khusus kursi roda.

Pastikan Anda memahami kondisi pribadi dan memilih bangku yang tepat agar tak merebut hak penumpang lain.

3. Makan, minum, merokok

Aruran mengenai larangan makan, minum, dan merokok selama perjalanan sudah terpampang jelas di dalam armada Transjakarta.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan di dalam Transjakarta agar nyaman bagi seluruh penumpang.

Tak hanya makan, minum, dan merokok, Anda juga dilarang untuk membawa benda-benda berbau menyengat dan hewan peliharaan.

4. Duduk di lantai Transjakarta


Kondisi transjakarta yang penuh dan tak mendapatkan tempat duduk kerap kali membuat sebagian penumpang transjakarta tergoda untuk duduk di lantai atau tangga turun Transjakarta.

Namun hal ini tak boleh Anda lakukan. Duduk di lantai dikhawatirkan akan membuat suasana di dalam transjakarta menjadi tidak tertib dan mengganggu sirkulasi keluar masuknya penumpang.

Jadi lebih baik tahan sebentar. Atau jika kondisi Anda memang tak memungkinkan untuk berdiri, mintalah bangku prioritas pada petugas.

5. Tak memberi bangku pada penumpang prioritas

Pernahkah Anda merasa kesal ketika Anda sudah mendapatkan tempat duduk, namun tiba-tiba ada penumpang lain yang meminta tempat duduk Anda?

Jika ya, lebih baik ada berfikir dua kali sebelum memutuskan untuk marah. Jika kondisi penumpang lain memang lebih membutuhkan tempat duduk lebih baik Anda berikan saja.

Lebih bijak lagi jika Anda tak berpura-pura tidur hingga memasang headset di telinga untuk menghindari penumpang prioritas meminta tempat duduk Anda.

6. Mengobrol atau menelpon dengan suara terlalu keras

Tak ada aturan tertulis yang melarang anda mengobrol atau menelpon di dalam Transjakarta.

Namun, alangkah bijaknya jika Anda memutuskan untuk tak mengobrol atau menelpon dengan suara terlalu keras.

Transjakarta merupakan transportasi publik. Mengobrol atau menelpon terlalu keras bisa saja mengganggu banyak penumpang lainnya.

7. Mendorong penumpang lain

Dalam kondisi penuh sesak, mungkin Anda kerap kali tak sengaja mendorong atau terdorong oleh penumpang lain.

Jika kondisinya memang tak sengaja mungkin tak akan jadi soal. Tapi upayakan Anda tak secara sengaja mendorong penumpang lain untuk mendapatkan posisi berdiri yang nyaman.

Sebisa mungkin carilah tempat berpegangan dan pastikan posisi anda seimbang dan tak mengganggu penumpang lainnya.

Semoga beberapa hal ini jika dilakukan akan membuat perjalanan anda lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.

7 Profesi Yang Mungkin Terganti Sebab Kemajuan Teknologi

7 Profesi Yang Mungkin Terganti Sebab Kemajuan Teknologi

Apakah pekerjaan Anda membosankan dan dilakukan berulang-ulang? Jika itu yang Anda rasakan, berarti ada alasan untuk cemas.

"Pekerjaan apa pun yang rutin dilakukan, bisa jadi dilakukan algoritma matematika dalam lima atau sepuluh tahun lagi. Paling tidak di negara maju," kata manajer keuangan dan penulis John Pugliano.

Pugliano adalah penulis sejumlah buku bagus seperti The Robots are Coming: A Human's Survival Guide to Profiting in the Age of Automation.

Daftar profesi yang dipandangnya terancam termasuk beberapa yang sampai sekarang dianggap aman karena memerlukan orang yang sangat berkualifikasi, seperti bidang kesehatan dan hukum.

Kepada BBC News Pugliano mengatakan bahwa dokter dan pengacara tidak akan musnah. Hanya saja, lapangan pekerjaan untuk profesi ini akan berkurang sebagian.

Inilah tujuh profesi yang akan terancam teknologi dan sebagian lainnya yang akan bertahan, menurut Pugliano.

1. Dokter

Ini mungkin terdengar janggal, karena saat ini dokter sangat dibutuhkan oleh manusia. Ditambah lagi, orang yang bermimpi ingin menjadi dokter banyak.

Namun Pugliano yakin bahwa beberapa jenis karier di bidang kesehatan akan terancam karena diagnosa penyakit yang mungkin dapat dilakukan teknologi secara lebih akurat dan otomatis suatu saat nanti.

Dengan adanya teknologi masa depan, keberadaan dokter dan paramedik tidak benar-benar hilang. Demikian juga para spesialis seperti ahli bedah.

2. Pengacara

Pugliano percaya jumlah pengacara akan berkurang seiring dengan adanya teknologi yang menangani pemrosesan dokumen dan pekerjaan lain di masa depan.

Pekerjaan hukum yang kurang memerlukan pengalaman dan spesialisasi kemungkinan akan digantikan dengan perangkat lunak komputer.

3. Arsitek

Merancang bangunan sederhana sudah bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak.

Pugliano yakin di masa depan, hanya arsitek dengan keterampilan kreatif dan artistik yang akan bertahan.

4. Akuntan

Orang-orang yang mengkhususkan diri pada subjek pajak rumit akan bertahan, kata Pugliano.

Sementara yang melakukan pekerjaan pajak rutin akan menghilang karena kurangnya permintaan.

5. Pilot pesawat perang

Kendaraan udara tanpa pengemudi (UAV) yang dikenal sebagai drone telah menggantikan pilot pada keadaan yang berbahaya dan hal ini akan terus berjalan karena perang akan semakin dilakukan secara otomatis.

6. Polisi dan detektif

Polisi yang melakukan pengamanan rutin, di samping penyelidik yang tidak terlalu spesialis, telah digantikan sistem teknologi canggih.

"Meskipun berbagai pekerjaan tersebut tidak akan menghilang, permintaannya akan melemah," kata Pugliano.

7. Agen rumah

Sama seperti pekerjaan binis eceran lainnya, situs internet yang menghubungkan pembeli dan penjual mengurangi peran agen perumahan.

Pugliano mempredisi, di bidang ini profesi yang kemungkinan besar akan menghilang adalah manajer menengah yang pekerjaannya memang sudah terancam oleh teknologi secara umum.

Lantas, pekerjaan apa yang akan diciptakan teknologi?

Pugliano percaya bahwa meskipun sejumlah profesi akan berkurang, kesempatan lain akan muncul.

Masa depan sepertinya akan cerah bagi para pengemmbang sistem intelijen buatan, atau algoritma perangkat lunak dan komputer, katanya, di samping teknisi sistem perlindungan dan perbaikan.

Pugliano meyakini juga akan ada permintaan bagi pekerjaan tradisional: tukang ledeng, listrik dan bangunan yang terampil kemungkinan besar akan tetap dicari.

Ketahui Akibat dari Diet Rendah Karbohidrat

Ketahui Akibat dari Diet Rendah Karbohidrat

Belakangan ini, diet rendah karbohidrat tengah tren dan menjadi salah satu yang diminati.

Namun, penelitian baru yang dilakukan oleh Slimming World mengungkapkan, orang-orang yang mengikuti diet jenis ini tidak menyadari pilihannya justru dapat merusak kesehatan.

Dilansir dari laman Express, penelitian oleh YouGov menemukan, ada 37 persen dari 2.103 responden yang mencoba menurunkan berat badan mencoba mengikuti diet rendah karbohidrat.

Diet rendah karbohidrat, satu di antaranya diet Keto, mengharuskan orang mengurangi atau menghindari konsumsi karbohidrat, seperti kentang, pasta, nasi dan roti.

Padahal, bukti ilmiah oleh WHO menunjukkan, karbohidrat sebenarnya harus menjadi bagian dari menu makanan sehat dan seimbang dalam rencana penurunan berat badan.

Sayangnya, 66 persen dari peserta survei mengatakan, mereka mengetahui diet rendah karbohidrat lebih baik untuk menurunkan berat badan.

Sementara itu, 35 persen mengatakan mereka mendengar bahwa tidak mungkin menurunkan berat badan tanpa memotong karbohidrat dari makanan.

Ketika ditanya apakah karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam makanan yang sehat dan seimbang, 81 persen berpikir ini adalah mitos atau tidak yakin apakah itu mitos atau fakta.

Hanya 19 persen peserta yang memahaminya sebagai fakta.

Selain itu, 46 persen dari mereka yang disurvei mengaku mendengar 'buah penuh gula harus dihindari', 30 persen mengaku mendengar 'semua karbohidrat buruk', dan 31 persen mengaku mendengar 'karbohidrat tidak penting untuk menu makanan seimbang yang sehat'.



"Ada kesalahpahaman yang mendalam bahwa orang harus menghindari karbohidrat ketika mereka mencoba menurunkan berat badan," kata Dr Jacquie Lavin, kepala Nutrisi dan Penelitian di Slimming World.

"Di sisi lain, kenyataannya adalah karbohidrat memainkan peran penting baik dalam diet sehat dan penurunan berat badan yang berkelanjutan--dan kerancuan soal karbohidrat saat ini memicu masalah obesitas di Inggris."

Lavin melanjutkan, diet untuk membantu penurunan berat badan harus sehat dan seimbang.

Selain itu, diet tersebut harus memberikan orang kebebasan dan fleksibilitas untuk menikmati keseimbangan protein, karbohidrat, dan lemak yang sehat.

Terpenting, diet harus berkelanjutan untuk jangka panjang--tanpa kekurangan atau memotong kelompok makanan utuh.

Slimming World juga mencatat banyak responden menemukan diet rendah karbohidrat sulit untuk diikuti karena merasa terbatas pada apa yang bisa mereka makan hingga sering merasa lapar.

Sekitar 46 persen peserta yang mencoba diet rendah karbohidrat mengatakan mereka sering mengalami kelaparan, sehingga membuat mereka merasa tidak mampu mempertahankan usaha menurunkan berat badan.

"Seperti yang ditemukan penelitian kami, diet rendah karbohidrat sulit untuk diikuti. Jadi, jika kamu ingin menurunkan berat badan tahun baru ini, dan mempertahankannya, hindari diet rendah karbohidrat," sara Lavin.


Menurut Slimming World, ada semakin banyak bukti yang membuktikan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat jauh lebih memuaskan daripada makanan yang tinggi lemak.


Makanan padat rendah energi (makanan yang memiliki kalori lebih sedikit per gram), termasuk karbohidrat seperti pasta, nasi dan kentang, sebenarnya memungkinkan orang untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih besar dan menghindari kelaparan sambil mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

Menurut Lavin, masalah obesitas tidak sekadar berdampak pada diri sendiri, juga layanan kesehatan nasional di Inggris. 

"Apa yang dibutuhkan orang adalah bantuan dan saran untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Menyarankan orang yang kelebihan berat badan untuk mengikuti diet rendah karbohidrat, yang kita tahu tidak berkelanjutan dan berpotensi memotong sekelompok makanan yang penting untuk diet seimbang yang sehat, sama-sekali tidak bertanggung jawab," ujar Lavin.

Hal itu, lanjut Lavin, justru membuat orang gagal dan cenderung membuat mereka berjuang dengan perasaan bersalah dan rendah diri, serta berpotensi menaikan kembali berat badan.

"Untuk mengakhiri lingkaran setan ini, sangat penting bagi kita untuk berhenti menjelekkan karbohidrat dan memberikan orang-orang yang ingin menurunkan berat badan dengan informasi yang akurat, di samping dukungan efektif untuk menjaga diet yang sehat, fleksibel dan berkelanjutan," kata Lavin.
 

Miftah Jazan Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger