Ini Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi kesehatan keluarga premi murah merupakan salah satu proteksi yang bisa Anda rencanakan untuk masa mendatang. Namun pernahkah Anda mengetahui asuransi penyakit kritis?

Pengertian Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis merupakan produk asuransi dengan proteksi berbentuk uang tunai atau lump sum bagi pasien penderita penyakit kritis. Menurut sejarahnya, asuransi penyakit kritis diperkenalkan pertama kali di Afrika Selatan tahun 1983 oleh Marius Marnard. Lalu produk asuransi tersebut diaplikasikan serta diterima banyak negara, salah satunya Indonesia.

Produk asuransi ini menawarkan perlindungan finansial pada penyakit-penyakit berat, seperti tumor, jantung, ginjal, kanker dan jenis penyakit kritis lainnya yang biasanya tercantum dalam polis asuransi.

Lalu, Pentingkah Menambahkan Asuransi Penyakit Kritis Pada Asuransi Dasar?
Anda mungkin bertanya, apakah asuransi penyakit kritis harus ditambahkan ke dalam asuransi dasar? Ini dia pertimbangannya :

  • Apabila suatu saat nanti Anda memiliki kondisi penyakit kritis, adakah biayanya? Terlebih lagi, dengan meningkatnya biaya kesehatan setiap tahunnya. Hal ini tentu harus Anda pertimbangkan matang-matang.
  • Beberapa produk asuransi penyakit kritis biasanya ada yang tidak hanya menanggung pihak pemegang polis. Apalagi jika tertanggung merupakan kepala keluarga, biasanya ada produk asuransi yang menyediakan biaya Pendidikan, pengganti penghasilan dan lain sebagainya. Ini tentu saja bisa meringankan beban Anda dan keluarga.

Itulah beberapa pertimbangan yang harus Anda perhatikan sebelum memilih produk asuransi ini.

Lalu, Apa Saja Yang Tergolong Penyakit Kritis?

Ada beberapa jenis penyakit kritis diantaranya ialah kelainan otak, gangguan kardiovaskular, kanker, serangan jantung, operasi bedah arteri coroner, stroke, angioplasty, asma akut, penyakit kawasaki, epilepsi akut, radang selaput otak, dan lain sebagainya. Biasanya pihak asuransi akan menjelaskan tentang jenis-jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh pihak asuransi.

Resiko FInansial Apabila Seseorang Mengalami Penyakit Kritis

Ada dua jenis resiko finansial pada seseorang yang mengalami penyakit kritis, seperti biaya pengobatannya yang mahal dan kehilangan penghasilan.

  • Resiko Kehilangan Penghasilan

Sebagai manusia, tentu kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa mendatang. Jika seorang manajer perusahaan misalnya mengalami penyakit kronis atau kritis di masa sekarang, maka bukan tidak mungkin pihak perusahaan akan memutuskan pensiun dini. Saat seseorang telah dipensiunkan dini, ada beberapa resiko pengeluaran yang tidak sedikit, seperti kehilangan penghasilan, melunasi beberapa pinjaman KTA dan di kantor, serta bisa saja kehilangan fasilitas asuransi dari kantor. Maka dari itu, tiap karyawan wajib mempunyai asuransi penyakit kritis.

  • Resiko Mahalnya Biaya Pengobatan

Tidak hanya resiko kehilangan penghasilan, asuransi penyakit kritis untuk karyawan juga berguna untuk membayar biaya pengobatan. Anda bisa perhatikan batasan biaya pengobatan yang ditawarkan asuransi kantor. Saat seseorang sakit kritis, tidak menutup kemungkinan biaya pengobatannya akan lebih besar.

Dengan penjelasan pentingnya asuransi penyakit kritis di atas, kini saatnya Anda memikirkan produk asuransi penyakit kritis sebelum terlambat.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Miftah Jazan Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger